PENYEBAB MASALAH DALAM HIDUP
MASALAH
Sering banget kan ya kita mendengar
kata tersebut, baik di rumah, di kampus, di kantor, ataupun dimana pun. Setiap
orang yang hidup pasti pernah mempunya masalah. Masalah selalu ada di
sekeliling kita. Jadi apa sih masalah itu? Menurut aku pribadi sih, masalah itu
bisa diartikan sebagai suatu keadaan dimana keadaan tidak sesuai dengan apa
yang kita inginkan. Sering kali ketika
masalah datang, kita selalu menyalahkan orang lain. Menyalahkan keadan, bahkan
yang paling parahnya lagi kita selalu menyalahkan Allah SWT terhadap masalah
yang menerpa kita. Padahal penyebab masalah dalam hidup kita itu adalah diri
kita sendiri loh...
Ga percaya? Di sini aku akan membahas kajian dari salah
seorang ustadz yang sangat digandrungi oleh kaula muda, termasuk aku. Dimana
kajian-kajiannya, ceramah-ceramahnya tersebut yang sangat menarik dari segi
tema dan cara penyampainnya sehingga sangat mudah diterima dan di cerna, ialah
Ustadz Hanan Attaki, LC. Langsung saja kita cari tau sebeneranya mengapa sih
diri kita bisa menjadi penyebab atas datangnya masalah di dalam hidup kita.
Coba bisa kita renungkan sama-sama, bila dalam hidup kita selama ini kita punya
banyak sekali masalah, sepertinya kita itu masih kurang baik. Karena bila kita
punya masalah, pasti masalah itu muncul dari keburukan-keburukan yang kita
lakukan. Bisa keburukan hari ini, dan bisa
juga keburukan kita di masa lalu. Tidak mungkin karena kebaikan, pasti
keburukan. Nah untuk itu coba kita evaluasi diri kita, coba kita list keburukan-keburukan yang pernah
kita lakukan. Di sini Kesalahan kita
yang harus kita list dan perhatikan
bukan list kebaikan.
Lalu kita coba renungkan kembali “Sepertinya kita
masih kurang baik nih”, “yuk tingkatkan
lagi kebaikan kita! ”. Gimana caranya??
Hubungan dengan Allah yang harus kita perbaiki lagi dan tingkatkan lagi,
datang ke rumah Allah harus lebih sering lagi, terutama di ”Primetime”. Lalu
kapan Primetime tersebut? Ya, pada waktu subuh. Itu adalah waktu favorit. Kita
coba untuk mengangkat kedua tangan lebih lama lagi, terutama pada waktu yang
dimana Allah sendiri turun ke langit dunia. Sesudah itu Allah bertanya :
“Hal
Min Bihajah”
“Hal
Min Taib”
“Ada
gak hambaku yang butuh sesuatu biar aku kasih?”
Kurang
baik apa lagi Allah sama kita. Masyaallah.....
Terus coba kita perbaiki lagi hubungan kita dengan Allah dan jangan pernah sekali-kali
kita ragu. Karena jika hubungan kita semakin baik dengan allah, hidup kita yang
susah itu tak akan ada. Makin baik
hubungan kita dengan Allah, hidup kita makin mudah.
Ustadz Hanan lalu bercerita dan bisa
dijadikan sebagai inspirasi.
“Saya
juga baru dapat sharing dari seorang teman tadi, beliau bercerita. Dulu sebelum
saya hijrah di sebuah pekerjaan yang tidak halal, beliau merasa, bahwa hidup
beliau penghasilannya lancar gitu.
Untung besar segala macam. Tapi setelah beliau hijrah, beliau merasa
sekarang, kenapa kok penghasilan saya jadi kayak berkurang ustadz, jadi malah
susah, finansial saya bermasalah ustadz.
Saya tanya, dulu sebelum hijrah memang
ada masalah apa? masalahnya sih, saya punya hutang 47 milyar, makanya saya
hijrah. Tetapi setalah saya hijrah kok saya penghasilannya jadi susah ustadz,
gak kaya dulu dulu lancar. Saya balik tanya, emangnya dulu Bapak bagaimana yang
disebut penghasilan lancar itu, sementara Bapak punya hutang 47 milyar? Itu
bukan penghasilan lancar, itu bukan rezeki, itu bukan keberlimpahan, itu mines.
Sejak hijrah beliau merasa penghasilannya susah. Padahal tidak, justru setelah hijrah penghasilan beliau mungkin
tidak bertambah, tapi minesnya nahan segitu saja, jangan bertambah lagi.
Pelan-pelan berkurang minesnya. Orang
sering salah paham, dia merasa bahwa
dulu sebelum hijrah lancar, padahal gak lancar penghasilannya, lancar
hutangnya. Setelah berhijrah, mungkin
agak serek gitu, tapi hutangnya juga serek. Penghasilannya akan allah perbaiki
secara bertahap”.
Artinya teman-teman, semuanya itu tidak
mungkin berselangan, sehinga mulai sekarang kita coba belajar yakin “Waman
Yattaqillah Pasti Yaj’allahu Makhraja”. Jadi, kalau kita berbuat baik, kita gak
usah khawatir, kebaikan kita itu tidak akan sia-sia. Berdoa tidak akan pernah sia-sia. Karena doa itu adalah ibadah , dan tak mungkin
ibadah itu akan merugikan kita. Terus mana
hasilnya? Kok doa kita tak kunjung dikabulkan? Nah, mungkin kita belum paham tentang fiqih
doa, belum paham tatacara doa’nya, dan hikmah bagaimana cara Allah mengabulkan setiap
doa-doa hambanya. Di kabulkan? Pasti! Kalau tidak ada penghalang. Penghalang? Apa penghalang yang bisa menyebabkan
doa kita tidak dikabulkan? Mungkin salah satu penghalang do’a tidak dikabulkan
yaitu makanan yang tidak halal atau silaturahim terputus. Duh bahaya yaaaa,
coba deh kedua hal itu kita perbaiki. Karena
kalau tidak ada penghalang do’a kita pasti dikabukan oleh Allah. Hanya, kita
kadang terlalu memaksakan Allah agar bisa mengabulkan doa seperti yang kita
inginkan. Padahal bisa aja saja Allah
mengabulkannya dengan sesuatu yang lebih
baik dari pada apa yang kita inginkan.
Atau Allah mengabukan doa kita dengan memberikan kebaikan yang sama
nanti diakhirat.
Karena kita itu
hidup dua kali di dunia dan di akhirat.
Dan bahkan di dunia itu kita hidup hanya sebentar, rata-rata 60 tahun,
dan itu pendek banget. Kita gak pernah
membandingkan, makanya menganggap usia kita itu panjang. Coba kita bandingkan
dengan umat kaum Nabi Soleh, kaum “Aad dan Tsamud”. Kalian tau berapa usianya? Rata-rata 1500-2000 tahun. MasyaAllah.. Nabi Nuh
saja dakwahnya doang 950 tahun. Sehingga dulu ada ibu-ibu yang sedang menangis
di atas kuburan anaknya, anaknya meninggal masih ABG. Ibu tersebut meratap,
merintih:
“Nak kasian kamuu nak meninggal saat masih
muda, belum menikmati kehidupan.
Lalu
lewat seorang ulama pada zaman itu (Umat Nabi Soleh). “Ibu mengapa menangis?” “Ini
anak saya meninggal muda, kasian”
“Memang
usia berapa dia meninggal?”
“Masih
ABG”
“Berapa
?”
“300 Tahun.”
Lalu ulama ini berkata “Wahai ibu, bersyukurkah diberi usia 300 tahun. Karena
nanti akan muncul suatu generasi, suatu umat
yang usianya hanya 60 tahun”.
Ibu
itu kaget, dan berkata “kalau saya hanya diberi usia 60 tahun, akan saya pakai
semua umur saya hanya dengan satu kali
sujud”.
Bayangkan!!
sujudnya saja 60 tahun. Kalau kita sujud agak panjang sedikit ketiduran, solat
imamnya baca agak panjang sedikit berdiri sebelah kaki, orang solat tarawih
agak panjang dikit, mulai batuk pojok sana pojok sini. Umat Nabi Soleh itu ibadahnya, sujudnya saja 60 tahun. Bahkan Allah
menciptakan malaikat, setiap hari, khusus tugasnya hanya untuk sujud kepada
allah. Jadi malaikat diciptakan langsung
sujud, dan tidak bangkit dari sujudnya tersebut sampai tiba hari kiamat. Setiap
hari Allah menciptakan 70.000 malaikat
yang tugasnya itu untuk bersujud. Memenuhi “Baitu Makmur”, memenuhi
langit dunia, sehingga menurut nabi “Baitu Makmur” tersebut sesak luar biasa, saking
sesaknya seandainya “Baitu Makmur” itu retak.
Gara-gara dipenuhi oleh malaikat, maka retakan “Baitu Makmur” itu akan
jatuh tepat ke atas Ka’bah, penuh dengan para malaikat.
Jadi artinya kita hidup tidak hanya
di dunia, kita hidup dua kali; dunia dan akhirat. Dan adegan akhirat yang kita
tahu itu, terlalu disingkat oleh kita, padahal untuk satu ayat itu kalah
dibedah bisa sampai 100 bahkan sampai 1000 tahun. Ada banyak sekali adegan-adegan
akhirat, yang kita jarang memikirkannya. Dan adegaan itu pasti akan kita lalui
dan kita jalani. Sehinga kalau doa kita
tidak dikabulkan Allah di dunia. Gak masalah, jangan khawatir, nanti kita akan dapatkan
ketika di Padang Mahsyar.
Ada salah seorang hamba yang berdoa
ingin punya kendaraan tetapi sampai dia meninggal, dia masih jalan kaki. Apakah
doa dia itu sia-sia? Tentu tidak, berarti kalau tidak dikabulkan sejak dia
hidup di dunia, nanti di Surga atau di Padang Mahsyar dia sudah punya kendaraan.
Yang pasti dia mendapatkan apa yang dia minta.
Terus kenapa kita masih ragu-ragu
untuk meminta kepada Allah yang terbaik? Kita harus percaya jika Allah tidka
mengabulkan di dunia pasti Allah akan mengabulkan di akhirat.
Nah inti dari kajian yang
disampaikan oleh Ustadz Hanan Attaki, LC ini. Kalau menurut saya yaitu jangan
pernah menyalahkan siapa-siapa saat kita mendapati masalah dalam hidup kita.
Karena sesungguhya masalah tersebut datang karena diri kita sendiri. Masalah
tersebut dapat disebabkan oleh keburukan yang kita lakukan. Cara yang bisa kita
lakukan adalah kita harus memperbaiki hubungan kita, baik dengan sesama
manusia, seperti memperat lagi tali silaturahmi kita dengan sesama, dan yang
paling penting kita perbaiki lagi hubungan kita dengan Sang Pencipta yaitu
Allah SWT. Perbaiki lagi ibadah kita, kita harus semakin mendekatkan diri
dengan Allah SWT, memperbanyak dzikir,
dan doa. Dan yakin jika setiap doa akan Allah kabulkan, jika tidak di dunia
kelak akan dikabulkan di akhirat, tidak ada doa yang sia-sia. Jadi, jika kita
banyak masalah dalam hidup, coba kita lakukan hal-hal di atas. Ayo sama-sama
berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi! Wallahu
A’lam Bishawab ......
Semoga
bermanfaat, dan bisa menjadi inspirasi untuk kita semua.
untuk lebih jelasnya bisa dilihat kajian dari Ust. Hanan Attaki, LC tentang Penyebab Masalah dalam Hidup di sini:




Good !!
BalasHapusGood !!
BalasHapus